Logo Griya Bayar - Mitra PPOB Resmi Indonesia
GRIYA BAYAR

Wawancara Eksklusif Dusk Lunaria Sebelum Grand Final KAL S2: Rahasia United, Chemistry, dan Respek pada Cow Horse

Novia Sundari
12 September 2026
6 menit baca
Wawancara Eksklusif Dusk Lunaria Sebelum Grand Final KAL S2: Rahasia United, Chemistry, dan Respek pada Cow Horse

Dusk Lunaria Grand Final KAL S2 bukan sekadar cerita tentang satu tim yang berhasil melewati semifinal.

Perjalanan mereka menuju partai puncak Queen Series — SEA Region Kings Ascension League Season 2 dibangun dari kepercayaan, kedisiplinan, chemistry, dan kemampuan menjaga mental satu sama lain.

Dusk memastikan tempat di Grand Final setelah menundukkan Dominator Nemesis 2-0 pada semifinal Queen Series KAL S2. Sebelumnya, mereka juga tampil tanpa cela dengan rekor 6-0 di Group C KAL S2.

Menariknya, roster Dusk juga diisi pemain dengan pengalaman kompetitif berbeda.

Edo Bengkeldan Iwanmerupakan eks pemain Ladies BTR, sementara anggota lainnya juga datang dari perjalanan tim yang berbeda sebelum akhirnya bersatu di Dusk Lunaria.

Jawaban dari masing-masing pemain memperlihatkan satu benang merah: Dusk tidak hanya mengandalkan kemampuan individu, tetapi hubungan dan rasa percaya yang terbentuk di dalam tim.

UdinGenteng: Percaya Diri dan Disiplin Jadi Awal Semuanya

Saat menghadapi Dominator Nemesis di semifinal, Dusk mampu mengambil kendali sejak awal pertandingan. UdinGenteng menilai keberhasilan tersebut berawal dari rasa percaya terhadap kemampuan sendiri dan rekan satu tim.

“Percaya pada diri sendiri dan tim tentunya menjadi faktor utama kami untuk mengontrol pertandingan sejak awal. Memberikan tekanan penuh dalam game dan kedisiplinan tinggi membantu kami untuk menutup game dengan hasil maksimal.”

Jawaban tersebut cukup menggambarkan bagaimana Dusk bermain sepanjang semifinal. Mereka tidak hanya berusaha menciptakan keunggulan, tetapi juga menjaga disiplin ketika sudah berada dalam posisi yang menguntungkan.

Satu keputusan yang terlalu agresif bisa saja memberikan ruang bagi lawan untuk kembali ke pertandingan.

Pemahaman mengenai tugas setiap pemain juga menjadi bagian penting dalam permainan Honor of Kings, terutama ketika lane, rotasi, dan kontrol objektif mulai saling berhubungan.

Struktur dasarnya dapat dilihat dalam pembahasan role dan cara kerja permainan Honor of Kings.

Edo Bengkel: Jangan Biarkan Teman Kehilangan Mental

Ketika permainan tidak berjalan sesuai rencana, Edo Bengkel, eks pemain Ladies BTR Vyraa, menekankan pentingnya menjaga kondisi mental rekan satu tim.

“Kami saling meyakinkan satu sama lain kalau game-nya masih bisa dimenangkan.

Tiap ada player yang bikin momen bagus juga nggak lupa kami kasih semangat dan pujian yang positif supaya mentalnya nggak gampang nge-down kalau posisi di dalam game-nya lagi sulit.”

Ada satu hal menarik dari pendekatan tersebut. Dukungan tidak hanya diberikan ketika seorang pemain melakukan kesalahan.

Momen positif juga sengaja diperkuat dengan pujian agar kepercayaan diri pemain tetap terjaga.

Mental tim tidak hanya dibangun ketika sedang terpuruk, tetapi juga melalui kebiasaan saling menguatkan sepanjang pertandingan.

Hubungan seperti ini menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun tim esports yang sehat dan kompetitif, terutama ketika sebuah roster harus menghadapi tekanan pertandingan secara bersama-sama.

Asepfotocopy: Chemistry Lebih Penting daripada Mengandalkan Satu Pemain

Asepfotocopy juga tidak melihat kekuatan Dusk berasal dari satu nama tertentu.

“Kekuatan terbesar tim kami ada di chemistry dan kepercayaan satu sama lain. Kami nggak cuma mengandalkan performa individu, tapi bisa bermain sebagai satu tim yang saling cover dan tetap tenang dalam keadaan apa pun.”

Pernyataan tersebut memperjelas identitas permainan Dusk sepanjang Queen Series. Kemampuan individu tetap penting, tetapi permainan mereka tidak dibangun dengan ketergantungan kepada satu pemain.

Ketika satu anggota berada dalam kesulitan, pemain lain harus mampu menutup ruang. Saat kondisi pertandingan berubah, keputusan juga perlu dibuat secara kolektif, bukan berdasarkan kepanikan individu.

Kebiasaan saling mendukung seperti ini juga menjadi bagian penting dalam menjadi rekan satu tim yang baik di lingkungan esports.

Iwan Waspadai Tempo Cepat Cow Horse Esport

Lawan terakhir Dusk adalah Cow Horse Esport, tim yang tampil sangat dominan sejak fase grup hingga semifinal.

Iwan atau Bebek, eks pemain Ladies BTR, menilai tempo permainan Cow Horse menjadi salah satu aspek yang paling perlu diwaspadai.

“Tentu kami sangat respect dengan gameplay dari Cow Horse Esport. Yang pasti tempo game tetap jadi hal yang perlu diwaspadai, karena tim luar cenderung punya tempo game yang cepat dan konsisten.”

Penilaian tersebut cukup relevan melihat performa Cow Horse pada semifinal. Mereka mampu menundukkan StarLight Esport 2-0, bahkan menyelesaikan kedua game hanya dalam kisaran 11 menit.

Dusk tidak hanya harus menghadapi kemampuan individu Cow Horse, tetapi juga kecepatan mereka dalam membangun dan mempertahankan momentum.

Karena itu, kontrol pertandingan sejak fase awal berpotensi menjadi salah satu faktor penting ketika keduanya bertemu.

SlametKnalpot: Either We Win Big or We Learn Hard

SlametKnalpot memilih perspektif yang cukup berbeda ketika berbicara mengenai target tim.

“Targetnya sudah pasti kasih yang terbaik, either we win big or we learn hard. Kalau untuk pesannya, ‘treat others with full respect’ aja pokoknya.”

Kalimat tersebut membawa dua sisi mentalitas Dusk menjelang pertandingan terakhir. Mereka jelas datang untuk menang.

Namun, hasil akhir tetap harus memberikan sesuatu kepada tim—baik gelar maupun pelajaran untuk perjalanan selanjutnya.

Ada pula satu prinsip yang ingin dipertahankan: respek terhadap lawan. Persaingan tetap menjadi persaingan, tetapi menghargai tim lain tetap menjadi bagian penting dari budaya kompetitif yang sehat.

Menjadi Wakil Indonesia Punya Arti Tersendiri

Bagi UdinGenteng, pencapaian menuju Grand Final juga membawa makna tersendiri.

“Bisa menjadi wakil tim Indonesia untuk bermain di ajang Grand Final punya kesan tersendiri bagi kami.”

Dusk kini menjadi salah satu representasi Indonesia pada pertandingan terakhir Queen Series menghadapi Cow Horse Esport yang diperkuat roster asal Malaysia.

Pertemuan tersebut menambah warna persaingan regional Honor of Kings di Asia Tenggara.

Indonesia sendiri sebelumnya juga menjadi tuan rumah Honor of Kings Invitational Season 4, memperlihatkan semakin aktifnya ekosistem kompetitif HOK di kawasan ini.

Lapurein Merangkum Dusk dengan Satu Kata: United

Dari seluruh jawaban pemain, mungkin justru Lapurein yang memberikan gambaran paling sederhana mengenai identitas roster Dusk Lunaria. Ketika diminta menggambarkan tim dalam satu kata, pilihannya adalah:

“United.”

Alasannya membuat kata tersebut terasa semakin relevan.

“Karena sebelumnya kami dari tim yang berbeda dan yang sebelumnya sempat menjadi lawan akhirnya menjadi rekan satu tim.”

Pemain yang sebelumnya berada di sisi berlawanan kini mengejar target yang sama. Cerita tersebut membuat chemistry Dusk menjadi lebih menarik.

Kekompakan mereka tidak terbentuk karena seluruh anggota sudah lama bermain dalam satu roster, melainkan melalui proses menyatukan pemain-pemain dengan pengalaman kompetitif yang berbeda.

Kehadiran Edo Bengkel dan Iwan yang pernah berada di Ladies BTR juga menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Pengalaman lama, rivalitas sebelumnya, dan latar tim yang berbeda kini bertemu dalam satu identitas baru: Dusk Lunaria.

Dari Mantan Lawan Menjadi Satu Tim

Ada benang merah yang cukup jelas dari seluruh jawaban Dusk.

UdinGenteng berbicara mengenai kepercayaan dan disiplin. Vyraa menekankan pentingnya menjaga mental.

Asepfotocopy melihat chemistry sebagai kekuatan terbesar. Iwan memberi respek terhadap tempo Cow Horse.

SlametKnalpot membawa mentalitas untuk menang sekaligus belajar. Sementara Lapurein merangkum semuanya hanya dengan satu kata: United.

Dusk Lunaria datang ke pertandingan terakhir bukan sekadar sebagai kumpulan pemain dengan kemampuan individu.

Mereka adalah pemain dari perjalanan berbeda—bahkan beberapa sebelumnya pernah menjadi lawan—yang kini mengejar satu gelar bersama.

Informasi kompetisi Honor of Kings secara resmi dapat diikuti melalui Honor of Kings Esports, sementara perkembangan turnamen dan data kompetitifnya juga tercatat melalui Esports Charts.

Kini tinggal satu pertanyaan: apakah kekompakan tersebut cukup untuk meredam tempo cepat Cow Horse Esport di pertandingan terakhir Queen Series KAL S2?

Bagikan Artikel

HomeDaftarFEETransaksiDeposit